Monday, October 19, 2026

Dari Sekolah Menuju Panggung Juara: Kisah Hebat Futsal S3 SMPN 3 Cibadak

Dari Sekolah Menuju Panggung Juara: Kisah Hebat Futsal S3 SMPN 3 Cibadak

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak-19 Oktober 2026. Guru Ataya, dari kegiatan ekstrakurikuler, melangkah menjadi juara. Futsal S3 membuktikan bahwa bakat, disiplin, dan kerja keras bisa mengantarkan siswa menuju prestasi yang membanggakan!

Minggu, 18 Oktober 2026, menjadi hari yang istimewa bagi dunia futsal pelajar, khususnya keluarga besar SMPN 3 Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Pada hari itu, Guru Ataya berkesempatan menyaksikan secara langsung penutupan kompetisi Liga Asosiasi Akademi Futsal Indonesia (AAFI) Regional Sukabumi 1 Musim 2026.

Sebagai guru Matematika yang memiliki kecintaan terhadap olahraga futsal sekaligus dipercaya menjadi Penasehat dan Pembina Laskar Kuda Hitam futsal di sekolah, menyaksikan perjuangan anak-anak di lapangan selalu menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Ada semangat, kerja sama, perjuangan, dan mimpi besar yang tumbuh di antara setiap operan bola dan setiap gol yang tercipta.

Namun, kali ini ada kabar yang terasa lebih istimewa. Futsal S3, akademi futsal yang lahir dan berkembang di lingkungan SMPN 3 Cibadak, berhasil menjadi juara Liga AAFI Regional Sukabumi 1 Tahun 2026!

Alhamdulillah, sebuah pencapaian yang patut disyukuri dan dibanggakan.

Liga AAFI Sukabumi 1, Ajang Pembuktian Bakat Muda

Liga AAFI Regional Sukabumi 1 Musim 2026 diikuti oleh 11 akademi futsal yang menjadi wadah bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya yang terbagi di dua katagori yaitu U-13 dan U-16.

Akademi yang berpartisipasi dalam kompetisi ini adalah:

  •     Serenite
  •          ZFCA
  •     Futsal Plara
  •     Incu Abah
  •     Gifals 130
  •     Wonderfull FA
  •     Silam FA
  •     SC 1990
  •     Futsal P-One
  •     FS 123
  •     Futsal S3

Kompetisi ini bukan sekadar ajang mengejar kemenangan. Di balik setiap pertandingan, ada proses pembelajaran tentang kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab, kekompakan, dan mental bertanding.

Bagi para pemain muda, pengalaman bertanding menghadapi akademi lain menjadi kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun karakter.

Lapangan futsal pun berubah menjadi ruang belajar yang berbeda. Jika di kelas siswa belajar melalui buku, penjelasan guru, dan latihan soal, di lapangan mereka belajar melalui gerakan, strategi, kerja sama, serta keputusan yang harus diambil dalam hitungan detik.

Keduanya sama-sama mengajarkan satu hal penting yaitu: keberhasilan membutuhkan proses.

Futsal S3, Kebanggaan SMPN 3 Cibadak

Futsal S3 bukanlah akademi yang berdiri jauh dari dunia pendidikan. Akademi ini tumbuh di lingkungan SMPN 3 Cibadak dan menjadi bagian dari pembinaan bakat olahraga peserta didik.

Hal yang membuat perjalanan Futsal S3 semakin menarik adalah para pemainnya merupakan siswa kelas VII yang diterima melalui jalur prestasi nonakademik dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027.

Mereka juga merupakan peserta kegiatan ekstrakurikuler futsal yang dikelola oleh SMPN 3 Cibadak.

Artinya, para pemain ini bukan hanya datang ke sekolah untuk belajar mata pelajaran di kelas. Mereka juga membawa potensi, minat, dan cita-cita yang perlu mendapatkan ruang untuk berkembang.

Melalui ekstrakurikuler futsal, potensi tersebut dibina agar menjadi kemampuan yang terarah. Mereka belajar berlatih dengan tekun, menghargai rekan satu tim, menaati strategi, menerima kekalahan, dan tetap rendah hati ketika meraih kemenangan.

Inilah salah satu makna pendidikan yang sesungguhnya: memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk tumbuh sesuai dengan potensi terbaiknya.

Sekolah bukan hanya tempat mencetak siswa berprestasi dalam bidang akademik. Sekolah juga harus menjadi tempat lahirnya atlet muda, seniman, pemimpin, dan generasi yang berani mengembangkan bakatnya.

Minggu, 18 Oktober 2026: Hari yang Membanggakan

Rangkaian kompetisi Liga AAFI Regional Sukabumi 1 Musim 2026 mencapai penghujungnya pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Pada kategori U-13, pertandingan akhir yang menjadi bagian dari rangkaian penutupan berlangsung pada pukul 09.00 antara ZFCA dan Futsal S3, disusul pertandingan P-One melawan Futsal S3 pada pukul 11.00 WIB.

Rangkaian pertandingan tersebut menjadi bagian penting dalam penentuan hasil akhir kompetisi.

Alhamdulillah, Futsal S3 berhasil keluar sebagai pemuncak Liga AAFI Regional Sukabumi 1 Tahun 2026. Untuk pertama kalinya, Futsal S3 meraih gelar juara dan berhak mewakili AAFI Regional Sukabumi ke tahap berikutnya di Regional 2 Jawa Barat yang rencana akan dilaksanakan di Karawang/Bogor.

Sebuah pencapaian yang tentu tidak hadir begitu saja. Selain menjadi yang terbaik secara tim, futsal S3 juga meraih penghargaan The best Player atas nama Yasser Bima Adiraja Argani, The Best GoalKeeper atas nama Fikri Febian dan The Best Coach atas nama Reza Anugraha Pratama,S.Pd.

Sunday, October 18, 2026

Guru Bergerak, PGRI Berdampak! Meriahkan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2026 Kecamatan Cibadak

Guru Bergerak, PGRI Berdampak! Meriahkan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2026 Kecamatan Cibadak

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri) | www.guruataya.com


Cibadak-18 Oktober 2026. Guru Ataya, ada banyak cara untuk merayakan Hari Guru. Ada yang memberikan bunga, menuliskan ucapan terima kasih, atau menyampaikan doa terbaik untuk para pendidik. Namun, ada cara lain yang tak kalah bermakna, yaitu bergerak bersama, berkarya bersama, dan mempererat persaudaraan sesama guru melalui kegiatan PGRI. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2026, dengan mengusung tema: “
Solidaritas Guru Berkualitas, Menuju Indonesia Unggul dan Berdaulat "

Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Cibadak mengajak seluruh anggota PGRI untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan.

Sebagai salah satu pengurus Cabang PGRI Kecamatan Cibadak sekaligus Ketua Ranting PGRI SMPN 3 Cibadak, Guru Ataya mengajak seluruh rekan guru dan tenaga kependidikan untuk menyukseskan rangkaian kegiatan ini.

Mari kita buktikan bahwa guru bukan hanya hebat di ruang kelas, tetapi juga mampu menunjukkan semangat sportivitas, kreativitas, kekompakan, dan solidaritas di luar kelas.

Olahraga dan Seni, Wadah Mempererat Silaturahmi

Peringatan HUT PGRI dan HGN tahun ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan ranting dan sekolah di wilayah Kecamatan Cibadak.

Bidang Olahraga: Sehat, Kompak, dan Sportif!

Olahraga bukan sekadar mengejar kemenangan. Di dalamnya ada kerja sama, disiplin, semangat pantang menyerah, dan persahabatan.

Berikut jadwal kegiatan olahraga:

Jenis Kegiatan

Hari/Tanggal

Tempat

Futsal putra

Selasa, 27 Oktober 2026

SMPN 3 Cibadak

Futsal putra

Rabu, 4 November 2026

SMPN 3 Cibadak

Futsal putra

Senin, 9 November 2026

SMPN 3 Cibadak

Hadang putri

Kamis, 12 November 2026

Lapang SDN 01 Karangtengah

Bola voli putra dan putri

Kamis, 12 November 2026

Lapang Bola Voli Taman Kota Karangtengah

Jalan santai beregu

Senin, 23 November 2026

SDN 5 Cibadak

Pertandingan futsal putra dilaksanakan dalam tiga pekan, masing-masing satu kali pertandingan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Kepada seluruh ranting, siapkan tim terbaik. Kepada para suporter, siapkan semangat dan dukungan positif. Menang memang membanggakan, tetapi menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga persaudaraan adalah kemenangan yang sesungguhnya.

Saturday, October 17, 2026

Bukan Sekadar Lomba, 62 Artikel Menjadi Jejak Pengabdian Guru Ataya

Bukan Sekadar Lomba, 62 Artikel Menjadi Jejak Pengabdian Guru Ataya

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak– 17 Oktober 2026. Guru Ataya, menulis untuk Indonesia, Menginspirasi Negeri. Bagi sebagian orang, menulis mungkin sekadar merangkai kata. Namun, bagi seorang guru, menulis adalah cara berbagi ilmu, menanamkan inspirasi, dan meninggalkan jejak kebaikan yang bisa dibaca siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Perkenalkan, saya sebagai  Guru Ataya, seorang guru Matematika di SMPN 3 Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Sejak tahun 2018, Guru Ataya mengelola blog pribadi www.guruataya.com sebagai ruang untuk berbagi cerita, pengalaman, gagasan, dan informasi seputar dunia pendidikan.

Bagi Guru Ataya, blog bukan sekadar kumpulan artikel di dunia maya. Blog adalah rumah bagi ide-ide sederhana yang semoga mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.

Dua Bulan, 62 Artikel, dan Semangat Kemerdekaan

Semangat itulah yang kembali menyala ketika Guru Ataya mengikuti Lomba Blog Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan tema “Menulis untuk Indonesia Menginspirasi Negeri”. Lomba ini diinisiasi oleh Omjay, guru blogger Indonesia yang terus mengajak para guru dan pegiat literasi untuk menulis serta berbagi melalui blog.

Lomba berlangsung mulai 17 Agustus hingga 17 Oktober 2026. Para peserta ditantang untuk menulis dan memublikasikan artikel di blog pribadi, mengirimkan tautan tulisan ke alamat email yang telah ditentukan, serta mencantumkan tautan blog Omjay, yaitu https://wijayalabs.com, pada setiap artikel.

Ada tantangan yang tidak sederhana yaitu: peserta diminta mengirimkan satu artikel setiap hari selama satu bulan penuh dalam periode lomba tahap 1 dan jika berhasil lolos tahap 1, peserta harus menulis lagi setiap hari selama satu bulan penuh untuh tahap 2.

Bagi Guru Ataya, tantangan ini bukan sekadar perlombaan untuk mengejar hadiah. Ini adalah kesempatan untuk menguji konsistensi, mengasah kemampuan menulis, dan membuktikan bahwa seorang guru tetap bisa produktif berkarya di tengah kesibukan menjalankan tugas pendidikan.

Alhamdulillah, dengan semangat dan rasa syukur, hingga 17 Oktober 2026  saat artikel ini diposting, Guru Ataya berhasil memublikasikan 62 artikel di blog pribadi www.guruataya.com sesuai ketentuan lomba.

Enam puluh dua artikel itu bukan sekadar angka. Di balik setiap tulisan, ada waktu yang diluangkan, ide yang dikembangkan, pengalaman yang direnungkan, dan harapan agar tulisan tersebut membawa manfaat bagi pembacanya.

SC Postingan Artikel Pertama Guru Ataya di Lomba Blog HUT RI Ke-81 

Friday, October 16, 2026

Jelang Guru Ataya Purnabakti: Sebuah Perjalanan Pengabdian Tanpa Henti

Jelang Guru Ataya Purnabakti: Sebuah Perjalanan Pengabdian Tanpa Henti

Oleh : Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak – 16 Oktober 2026. Guru Ataya, menjadi seorang guru bukanlah sekadar pilihan profesi, melainkan jalan hidup yang penuh makna. Itulah yang Guru Ataya rasakan selama mengabdikan diri sebagai Guru Matematika di SMP Negeri 3 Cibadak (2007 – 2026).
 Kini, menjelang masa purnabakti, Guru Ataya mencoba menengok kembali perjalanan panjang yang telah dilalui, sebuah perjalanan yang penuh cerita, tantangan, dan kebahagiaan.

Awal menjadi guru (1987 di Perguraun Tamansiswa Cibadak) adalah langkah yang sederhana, namun penuh tekad. Guru Ataya menyadari bahwa matematika sering dianggap sulit oleh sebagian siswa. Namun bagi Guru Ataya, di balik angka dan rumus, terdapat keindahan logika dan cara berpikir yang luar biasa. Dari situlah Guru Ataya berkomitmen untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing siswa agar mampu mencintai proses belajar.

Selama bertahun-tahun mengajar, Guru Ataya belajar bahwa setiap anak memiliki potensi yang unik. Tidak semua siswa langsung memahami pelajaran, tetapi setiap siswa berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang. Kesabaran, ketelatenan, dan pendekatan yang humanis menjadi kunci dalam setiap proses pembelajaran yang Guru Ataya lakukan.

Di ruang kelas, Guru Ataya tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga berusaha menanamkan nilai kehidupan, kejujuran, kerja keras, dan rasa percaya diri. Guru Ataya percaya, keberhasilan seorang guru tidak hanya diukur dari nilai akademik siswa, tetapi juga dari karakter yang terbentuk dalam diri mereka.

Tentu, perjalanan ini tidak selalu mudah. Ada tantangan, kelelahan, bahkan rasa jenuh. Namun setiap senyum siswa, setiap keberhasilan kecil yang mereka capai, selalu menjadi energi baru untuk terus melangkah. Itulah yang membuat Guru Ataya bertahan dan mencintai profesi ini hingga saat ini.

Kini, masa purnabakti semakin dekat ( 1 Maret 2027). Ada rasa haru yang tak terhindarkan. Sekolah ini bukan sekadar tempat bekerja, melainkan rumah kedua yang penuh kenangan. Rekan sejawat yang saling mendukung, serta siswa-siswa yang penuh semangat, telah menjadi bagian penting dalam hidup Guru Ataya.

Thursday, October 15, 2026

Ayo, Persiapkan Diri Menghadapi TKA! Belajar Matematika Bersama Guru Ataya

Jangan takut rumus, taklukkan dengan logika!

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak- 15 Oktober 2026. Guru Ataya, Tes Kemampuan Akademik (TKA) sudah di depan mata. Sudahkah kalian mempersiapkan diri?

Jangan menunggu sampai hari ujian tiba! Mulailah belajar dari sekarang, mengulang materi, memahami rumus, dan berlatih mengerjakan soal-soal matematika. Ingat, keberhasilan bukan hanya tentang siapa yang paling pintar, tetapi juga siapa yang paling tekun berusaha.

Matematika akan terasa lebih bersahabat ketika kita tahu rumusnya, memahami caranya, dan berani mencoba. Berikut kumpulan rumus Matematika pilihan Guru Ataya untuk menemani perjalanan belajar kalian.

Hai, Sobat Pelajar kelas 9 SMP!

Melalui Blog Guru Ataya di www.guruataya.com, Guru Ataya akan berbagi ringkasan materi pembelajaran Matematika kelas 9 SMP, rumus-rumus penting, contoh soal, serta latihan yang bisa kalian pelajari secara mandiri kapan saja dan di mana saja.

Jadikan blog ini sebagai teman belajar kalian. Luangkan waktu setiap hari, pahami konsepnya, kerjakan latihannya, dan jangan takut salah. Sebab, setiap kesalahan adalah kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik.

Ingat pesan Guru Ataya:

Bukan soal sulit yang harus ditakuti, melainkan kesempatan belajar yang kita sia-siakan.

Ayo, Sobat Pelajar! Persiapkan diri, kuatkan semangat, dan raih hasil terbaik dalam TKA. Belajar Matematika jadi lebih mudah bersama Guru Ataya!

Wednesday, October 14, 2026

Dari Toga Krani ke Toga Hammam: Jejak Perjuangan dan Air Mata Bahagia Keluarga Ataya

Dari Toga Krani ke Toga Hammam: Jejak Perjuangan dan Air Mata Bahagia Keluarga Ataya

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak – 14 Oktober 2026. Ada perjuangan yang tidak selalu terlihat, ada doa yang tidak pernah berhenti dipanjatkan, dan ada kebahagiaan yang tak mampu diukur hanya dengan selembar ijazah.

Selasa, 13 Oktober 2026, menjadi salah satu hari istimewa dalam perjalanan hidup keluarga Ataya. Dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan, kami sekeluarga bersama rombongan keluarga besar Citos hadir secara langsung di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung untuk menyaksikan prosesi Wisuda Angkatan IV.

Hari itu bukan sekadar menghadiri sebuah seremoni akademik. Bagi keluarga kami, wisuda tersebut adalah perayaan atas perjuangan panjang, pengorbanan, kesabaran, dan doa yang akhirnya bermuara pada sebuah kebanggaan.

Hari itu, putra kedua kami, Hammam Pratama Putra, S.Or., resmi diwisuda dari UPI Bandung.

Senyum bahagia, rasa haru, dan ucapan syukur bercampur menjadi satu. Kehadiran keluarga besar Citos menambah hangat suasana. Dukungan dan doa yang diberikan secara langsung menjadi pengingat bahwa keberhasilan seseorang tidak pernah benar-benar berdiri sendiri. Ada keluarga yang membersamai, menguatkan, dan ikut berbahagia ketika sebuah cita-cita berhasil diraih.

Dua Anak, Dua Wisuda, Satu Kebahagiaan

Tuesday, October 13, 2026

Menebar Kebaikan Lewat Blog: Dari Jari Menjadi Inspirasi, dari Tulisan Menjadi Amal

Teknologi boleh semakin canggih, tetapi kebaikan jangan sampai kehilangan arah

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Bandung – 13 Oktober 2026. Guru Ataya pagi ini sedang berada di Bandung untuk menyaksikan dan menghadiri Wisuda anak kedua (Hammam Pratama Putra) di UPI Bandung. Tulisan hari ini berisi tentang bagaimana Blog Pribadi dimanfaatkan untuk berbagi dan menginspirasi guru/siswa atau stekholder yang bergelut di dunia Pendidikan.

Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi, setiap orang memiliki kesempatan yang semakin luas untuk berbagi ilmu, pengalaman, inspirasi, dan kebaikan. Jika dahulu sebuah gagasan hanya bisa disampaikan melalui pertemuan langsung atau lembaran kertas, kini sebuah tulisan dapat menjangkau ribuan orang hanya dengan sekali klik.

Bagi Guru Ataya, teknologi bukan sekadar alat untuk mempermudah pekerjaan. Lebih dari itu, teknologi adalah jembatan untuk menyampaikan manfaat kepada sesama.

Sejak tahun 2018 hingga sekarang, Guru Ataya terus berusaha merawat ruang berbagi melalui blog pribadi www.guruataya.com. Sebagai seorang guru Matematika di SMPN 3 Cibadak, Guru Ataya percaya bahwa tugas seorang guru bukan hanya mengajar di ruang kelas, melainkan juga berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Melalui Blog Guru Ataya, Guru Ataya berusaha menghadirkan tulisan-tulisan seputar dunia pendidikan, pembelajaran, pengalaman menjadi guru, pemanfaatan teknologi, serta berbagai inspirasi kehidupan. Harapannya sederhana: semoga setiap tulisan menjadi jalan datangnya manfaat bagi siapa pun yang membacanya.

Monday, October 12, 2026

Bukan Sekadar Menilai, tetapi Menginspirasi

Guru Ataya Membersamai Dua Guru dalam Supervisi Pembelajaran di SMPN 3 Cibadak

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak, 12 Oktober 2026.  Guru Ataya, menjadi guru bukan hanya tentang berdiri di depan kelas, menyampaikan materi, lalu memberikan tugas kepada peserta didik. Lebih dari itu, menjadi guru adalah perjalanan panjang untuk terus belajar, bertumbuh, dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Begitu pula dengan supervisi pembelajaran. Di balik kegiatan ini, ada semangat untuk saling berbagi, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Pada hari Rabu, 8 Oktober 2026, Guru Ataya, guru Matematika SMPN 3 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mendapat kesempatan menjalankan tugas sebagai supervisor pembelajaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala SMPN 3 Cibadak Nomor 400.3.5/379/SMPN3 CBD/2026 tertanggal 8 September 2026 tentang Tim Penilai (PK) Guru dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

Kali ini, Guru Ataya membersamai dua rekan guru yang mengampu mata pelajaran berbeda, yaitu Ibu Aulia Haryawti Adha, S.Pd.Si., guru IPA, dan Ibu Yuli Yulianti, S.Pd., guru IPS.

Dua guru, dua mata pelajaran, dua suasana pembelajaran, tetapi memiliki satu tujuan yang sama: menghadirkan pengalaman belajar terbaik bagi peserta didik.

Supervisi Pertama: Mengungkap Rahasia Tekanan Bersama Ibu Aulia Haryawti Adha

Jam menunjukkan pukul 09.00 WIB. Suasana pembelajaran di Lab IPA kelas  9D menjadi tempat berlangsungnya supervisi terhadap Ibu Aulia Haryawti Adha, S.Pd.Si.

Pada jam pelajaran ke-3 dan ke-4, pukul 09.00–10.20 WIB, peserta didik diajak mempelajari materi IPA tentang Tekanan pada Zat Padat dan Tekanan pada Zat Cair.

Topik ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mengapa pisau tajam lebih mudah digunakan untuk memotong? Mengapa sepatu berhak tinggi memberikan tekanan lebih besar pada permukaan lantai? Mengapa dinding bendungan dibuat lebih tebal di bagian bawah?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti itu dapat menjadi pintu masuk untuk membangun rasa ingin tahu peserta didik. Konsep tekanan tidak lagi sekadar rumus yang harus dihafalkan, tetapi menjadi pengetahuan yang bisa diamati dan ditemukan dalam kehidupan nyata.

Menariknya, pembelajaran telah dilengkapi dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis STEAM. Pendekatan STEAM mengintegrasikan Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics sehingga peserta didik memiliki kesempatan menghubungkan konsep ilmiah dengan proses berpikir kreatif, pemecahan masalah, dan penerapan matematika.

Bagi Guru Ataya sebagai supervisor, perangkat pembelajaran seperti ini menjadi salah satu bagian penting yang dapat dicermati. Bukan hanya kelengkapan administrasi, melainkan bagaimana perencanaan pembelajaran mendukung peserta didik untuk aktif berpikir, berdiskusi, bereksplorasi, dan memahami konsep.