Monday, November 2, 2026

Dari Layar YouTube Menuju Podium Juara: Futsal S3 U-13 Taklukkan Region 2 Jawa Barat!

Dari Layar YouTube Menuju Podium Juara: Futsal S3 U-13 Taklukkan Region 2 Jawa Barat!

Cibadak, 2 November 2026. Guru Ataua - Ketika tubuh tak mampu hadir di tribun, doa dan dukungan tetap mengalir dari kejauhan. Sebuah perjuangan, tiga pertandingan, dan satu kebanggaan: Futsal S3 U-13 menjadi Juara 1 AAFI Region 2 Jawa Barat!

Ada yang berbeda dengan akhir pekan saya kali ini.

Biasanya, jika Tim Futsal S3 bertanding, saya berusaha hadir langsung di pinggir lapangan. Menyaksikan perjuangan anak-anak, memberikan semangat, dan ikut merasakan ketegangan setiap detik pertandingan adalah kebahagiaan tersendiri.

Namun, Sabtu, 31 Oktober 2026 dan Minggu, 1 November 2026, saya harus menikmati pertandingan dengan cara yang berbeda. Bukan dari tribun penonton, bukan pula dari pinggir lapangan, melainkan dari layar YouTube.

Kondisi kesehatan yang belum memungkinkan membuat saya harus mengurungkan niat datang langsung ke GOR Megamendung, Bogor, tempat berlangsungnya pertandingan AAFI Region 2 Jawa Barat.

Sedikit kecewa tentu ada. Apalagi, Tim Futsal S3 U-13 sedang membawa nama baik Kabupaten Sukabumi sebagai wakil juara Region Kabupaten Sukabumi.

Tetapi, apa boleh buat? Kesehatan tetap harus menjadi prioritas. Saya pun memilih tetap memberikan dukungan dari rumah melalui siaran langsung YouTube BFMSport di kanal https://www.youtube.com/@bfmsport.

Tiga Pertandingan, Satu Misi: Menjadi yang Terbaik!

Selama dua hari, saya benar-benar seperti sedang berada di dalam GOR Megamendung. Bedanya, saya hanya bisa menyaksikan melalui layar monitor.

Setiap pertandingan menghadirkan ketegangan tersendiri. Setiap serangan membuat jantung ikut berdebar. Setiap peluang menciptakan harapan. Dan setiap gol menjadi alasan untuk bersorak, meskipun hanya dari rumah.

Ada perasaan yang sulit dijelaskan ketika menyaksikan anak-anak berjuang membawa nama tim dan daerahnya. Mereka bukan sekadar bermain futsal. Mereka sedang belajar tentang kerja sama, kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, dan arti sebuah perjuangan.

Dalam dua hari tersebut, Tim Futsal S3 U-13 telah menyelesaikan tiga pertandingan. Mereka berjuang menghadapi lawan-lawan terbaik yang juga datang dengan ambisi menjadi juara.

Saya menyaksikan ketiga pertandingan itu melalui streaming YouTube BFMSport. Tidak bisa berteriak langsung memberikan semangat, tidak bisa melakukan tos ketika mereka mencetak gol, tetapi hati ini tetap ikut bermain bersama mereka.



Dan akhirnya, kabar membahagiakan itu datang!

Sunday, November 1, 2026

Belajar Membatik Bersama Ataya: Merangkai Cerita, Mengenal Budaya, dan Menikmati Setiap Goresan Warna

Belajar Membatik Bersama Ataya: Merangkai Cerita, Mengenal Budaya, dan Menikmati Setiap Goresan Warna

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Sabtu, 31 Oktober 2026, menjadi hari yang sedikit berbeda bagi Guru Ataya. Jika biasanya akhir pekan menjadi waktu untuk beristirahat setelah rutinitas mengajar sebagai Guru Matematika di SMPN 3 Cibadak, kali ini Guru Ataya memiliki agenda istimewa: menemani si bungsu, Ataya, mengikuti kegiatan edukatif yang diselenggarakan oleh Ruang Jelajah_Smi.

Tepat pukul 08.45 WIB, Guru Ataya mengantar Ataya menuju Coffee Public. Ada pengalaman menarik yang sudah menanti. Bukan bermain gawai, bukan pula sekadar jalan-jalan, melainkan sebuah kegiatan mengenal budaya Indonesia melalui seni membatik.

Kegiatan ini diperuntukkan bagi anak-anak usia 5 sampai 9 tahun dengan menggandeng kakak-kakak dari Batik Lokatmala. Sebuah kesempatan menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal salah satu warisan budaya bangsa dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan penuh pengalaman.

Membatik, Bukan Sekadar Menggoreskan Warna

Bagi sebagian orang, membatik mungkin hanya dipandang sebagai kegiatan membuat motif pada kain. Namun, di balik setiap goresan canting dan perpaduan warna, ada banyak pelajaran kehidupan yang bisa dikenalkan kepada anak-anak.

Hari itu, teman-teman Ruang Jelajah_Smi diajak belajar merangkai cerita melalui canting dan warna bersama Batik Lokatmala.

Melalui kisah Lengli, anak-anak diajak memahami bahwa setiap goresan memiliki cerita. Mereka tidak hanya mengenal batik sebagai produk budaya, tetapi juga belajar mengungkapkan imajinasi dan kreativitas melalui karya.

Ada beberapa tahapan yang mereka lalui. Mulai dari mengenal dan mencoba menggunakan canting, mencanting pola, mewarnai kain, hingga menjemur hasil karya batik.

Tentu saja, bagi anak-anak seusia Ataya, setiap tahapan merupakan pengalaman baru yang seru. Ada rasa penasaran ketika memegang canting, ada kegembiraan saat memilih warna, dan ada kebanggaan ketika melihat hasil karya sendiri mulai terbentuk.

Di sinilah proses belajar yang sesungguhnya berlangsung.

Ataya dengan Kain Batik Hasil Belajarnya (Foto Dok.Pribadi)

Friday, October 30, 2026

Dari Blog Pribadi Menjadi Juara Nasional: Hadiah Terindah dari Perjuangan Menulis

Dari Blog Pribadi Menjadi Juara Nasional: Hadiah Terindah dari Perjuangan Menulis

Oleh: Guru Ataya (Iwan sumantri)

Cibadak, 30 Oktober 2026. Guru Ataya - Penghargaan boleh tertulis atas nama satu orang, tetapi di baliknya ada banyak doa, dukungan, dan tangan-tangan kebaikan yang ikut mengantarkan kemenangan.

TERIMA KASIH, KELUARGA BESAR SMPN 3 CIBADAK!

Ada kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Bukan semata-mata karena sebuah piala berhasil dibawa pulang, melainkan karena perjalanan panjang yang penuh perjuangan akhirnya berbuah manis.

Kamis, 29 Oktober 2026, menjadi salah satu hari berharga dalam perjalanan saya sebagai seorang guru. Saya mendapatkan undangan untuk mengikuti seminar sekaligus menghadiri penerimaan penghargaan Lomba Blog Nasional di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan pembukaan pameran Indocomtech 2026, ajang pameran teknologi informasi, gadget, dan teknologi konsumen yang memasuki penyelenggaraan ke-32.

Bagi saya, perjalanan ke Jakarta kali ini bukan sekadar menghadiri seminar atau menerima penghargaan. Ada kebahagiaan tersendiri ketika hasil dari perjuangan menulis selama dua bulan akhirnya mendapatkan apresiasi di tingkat nasional.

Ya, saya berhasil meraih Juara 1 Lomba Blog Nasional melalui blog pribadi yang selama ini saya kelola, Guru Ataya di www.guruataya.com.

Sebuah pencapaian yang patut disyukuri. Namun, lebih dari itu, kemenangan ini mengingatkan saya bahwa setiap perjuangan yang dilakukan dengan tekun, disertai doa dan semangat berbagi, insyaallah akan menemukan jalannya sendiri.

Dua Bulan Menulis, Berjuta Makna

Perjalanan menuju kemenangan ini tidak terjadi dalam semalam.

Sejak 17 Agustus hingga 17 Oktober 2026, saya mengikuti lomba menulis blog dengan penuh semangat. Hari demi hari, tulisan demi tulisan, saya berusaha menghadirkan artikel yang tidak hanya memenuhi tantangan lomba, tetapi juga memberikan manfaat bagi pembaca.

Ada ide yang harus dirangkai, peristiwa yang perlu diabadikan, informasi yang harus dibagikan, dan pengalaman yang layak dijadikan pembelajaran. Semua itu menjadi bahan bakar untuk terus menulis di tengah kesibukan sebagai guru Matematika di SMPN 3 Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Menulis bagi saya bukan sekadar merangkai huruf menjadi kalimat. Menulis adalah cara berbagi ilmu, mendokumentasikan pengalaman, menyebarkan inspirasi, dan meninggalkan jejak kebaikan.

Melalui Blog Guru Ataya, saya ingin menunjukkan bahwa seorang guru tidak harus berhenti berkarya ketika bel pulang sekolah berbunyi. Ruang kelas memang menjadi tempat utama untuk mendidik, tetapi dunia digital membuka kesempatan lebih luas untuk berbagi pengetahuan dan inspirasi.

Dua bulan mengikuti lomba akhirnya terbayar lunas dengan raihan Juara 1. Sebuah penghargaan yang membahagiakan sekaligus menjadi pengingat bahwa konsistensi merupakan salah satu kunci untuk meraih hasil terbaik.

Ternyata, tulisan yang lahir dari ketekunan dapat melangkah lebih jauh daripada yang pernah kita bayangkan.


Wednesday, October 28, 2026

Mimpi Jadi Dokter, Guru, hingga Pilot! Begini Semarak Sumpah Pemuda di SMPN 3 Cibadak

 

Mimpi Jadi Dokter, Guru, hingga Pilot! Begini Semarak Sumpah Pemuda di SMPN 3 Cibadak

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak, 28 Oktober 2026 — Guru Ataya. Peringatan Hari Sumpah Pemuda di SMP Negeri 3 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, tahun ini berlangsung dengan cara yang istimewa. Bukan sekadar apel pagi untuk mengenang sejarah perjuangan pemuda Indonesia, kegiatan ini menjadi panggung bagi para siswa untuk menunjukkan cita-cita, kreativitas, kekompakan, sekaligus belajar berdemokrasi.

Ada pemandangan yang berbeda pada Rabu, 28 Oktober 2026. Seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX hadir dengan mengenakan kostum sesuai cita-cita masing-masing. Sekolah pun seolah berubah menjadi panggung masa depan, tempat mimpi-mimpi anak muda mulai diperkenalkan kepada dunia.

Apel Pagi, Meneguhkan Semangat Sumpah Pemuda

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi yang diikuti seluruh warga sekolah. Kepala SMPN 3 Cibadak, Bapak Subhan Taopik, S.Pd., M.Pd., bertindak sebagai pembina apel.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa semangat Sumpah Pemuda bukan hanya cerita masa lalu yang dibacakan setiap tanggal 28 Oktober. Sumpah Pemuda adalah warisan nilai persatuan, semangat perjuangan, dan tekad untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Bagi para siswa, peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk memahami bahwa mereka merupakan bagian penting dari generasi penerus bangsa. Mereka bukan hanya belajar di ruang kelas, tetapi sedang mempersiapkan diri untuk mengambil peran dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.

Parade Kostum Cita-Cita: Ketika Mimpi Berjalan di Depan Mata

Inilah salah satu kegiatan yang membuat peringatan Sumpah Pemuda di SMPN 3 Cibadak terasa berbeda.

Setelah apel pagi, para siswa tampil mengenakan kostum yang menggambarkan profesi impian mereka. Ada yang berpenampilan seperti guru, tentara, dokter, atlet, pilot, polisi, pengusaha, ustaz, pramugari, pegawai tambang, suster, bidan, dan beragam profesi lainnya.

Setiap kostum seolah membawa sebuah cerita. Ada mimpi untuk mendidik generasi bangsa, menyelamatkan nyawa, menjaga keamanan negara, mengharumkan nama Indonesia melalui olahraga, hingga membangun perekonomian dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Parade ini bukan sekadar ajang mengenakan pakaian profesi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengenali potensi diri, mengungkapkan harapan, dan berani menunjukkan cita-cita mereka.

Bayangkan, hari ini mereka masih duduk di bangku SMP. Namun, siapa tahu beberapa tahun mendatang, salah seorang di antara mereka benar-benar menjadi dokter yang menyelamatkan banyak nyawa, guru yang mencerdaskan bangsa, pilot yang menjelajahi dunia, atau atlet yang mengibarkan Merah Putih di panggung internasional.

Ekspresi Para Guru Laki-laki di Kegiatan Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Tuesday, October 27, 2026

Lapangan Futsal Jadi Saksi! PGRI Ranting SMPN 3 Cibadak Buka Perjuangan HUT ke-81 PGRI dan HGN 2026

Guru Bergerak, Olahraga Semarak, Solidaritas Menguat!

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak, 27 Oktober 2026 — Guru Ataya, semangat kebersamaan guru tak hanya tumbuh di ruang kelas. Di lapangan futsal pun, para pendidik membuktikan bahwa sportivitas, kekompakan, dan persaudaraan merupakan bagian penting dari keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Selasa, 27 Oktober 2026, PGRI Ranting SMPN 3 Cibadak mendapat kepercayaan dari PGRI Cabang Cibadak untuk menjadi tuan rumah hari pertama rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2026.

Sejak pukul 08.00 WIB, suasana di lapangan futsal SMPN 3 Cibadak mulai dipenuhi semangat dan antusiasme para peserta. Kegiatan diawali dengan acara pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pertandingan perdana cabang olahraga futsal putra.

Lapangan futsal pun berubah menjadi arena adu strategi, kekompakan, dan ketangkasan. Namun, lebih dari sekadar mengejar kemenangan, kegiatan ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antaranggota PGRI di Kecamatan Cibadak.

Jadwal Pertadingan Futsal HUT Ke-81 PGRI dan HGN 2026 

Sunday, October 25, 2026

Nabung Sesuai Rencana, Wujudkan Impian! Bersama bjb Tandamata Rencana

Nabung Sesuai Rencana, Wujudkan Impian! Bersama bjb Tandamata Rencana

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak, 25 Oktober 2026. Guru Ataya, impian tidak cukup hanya dibayangkan. Ia perlu direncanakan, diperjuangkan, dan diwujudkan melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Setiap orang memiliki impian. Ada yang ingin memiliki rumah sendiri, membeli kendaraan, menyiapkan biaya pendidikan anak, merencanakan ibadah ke Tanah Suci, menikmati masa pensiun yang nyaman, atau sekadar memiliki dana cadangan untuk kebutuhan tak terduga.

Namun, pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri, sudah sejauh mana persiapan untuk mewujudkan impian itu?

Sering kali, keinginan sudah tersusun rapi dalam pikiran. Sayangnya, menabung justru menjadi kegiatan yang terus ditunda. Kita menunggu uang berlebih untuk mulai menyisihkan penghasilan, padahal kesempatan menabung bisa dimulai dari nominal yang sederhana.

Impian besar tidak selalu membutuhkan langkah besar di awal. Yang terpenting adalah berani memulai dan konsisten menjalaninya.

Dari Kebiasaan Menabung Menuju Impian yang Terencana

Sebagai seorang guru Matematika di SMPN 3 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, saya percaya bahwa kehidupan pun memiliki banyak pelajaran matematika. Salah satunya adalah tentang konsistensi.

Jika kita menyisihkan Rp10.000 setiap hari, dalam 30 hari terkumpul Rp300.000. Dalam setahun, jumlahnya menjadi Rp3.650.000, belum termasuk bunga atau imbal hasil apa pun.

Angka sederhana itu memberikan pelajaran berharga: uang yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dapat menjadi modal untuk mewujudkan rencana besar.

Dalam mengelola keuangan, kita tidak cukup hanya mengandalkan niat. Kita membutuhkan perencanaan, kedisiplinan, dan tempat menyimpan dana yang sesuai dengan tujuan.

Di sinilah program “Nabung Sesuai Rencana, Wujudkan Impian” bersama bank bjb menjadi menarik untuk diperhatikan.

Mengenal bjb Tandamata Rencana, Solusi Menabung untuk Berbagai Tujuan

Sebagai nasabah bank bjb sejak diangkat menjadi PNS pada tahun 2005, saya telah mengenal layanan perbankan bank bjb melalui dua tabungan, yaitu Tabungan Simpeda dan Tandamata Sertifikasi Guru.

Pengalaman tersebut membuat saya memahami pentingnya memiliki rekening untuk menyimpan penghasilan sekaligus mengelola kebutuhan keuangan.

Kini, ada pilihan yang dapat dipertimbangkan untuk membantu kita menabung secara lebih terarah, yaitu bjb Tandamata Rencana.

Produk ini ditujukan untuk membantu nasabah menyiapkan dana berdasarkan rencana keuangan tertentu. Jadi, uang yang kita sisihkan tidak sekadar terkumpul, tetapi memiliki tujuan yang jelas.

Berikut beberapa ketentuan dan manfaat yang disampaikan dalam program bjb Tandamata Rencana.

Bersama Guru Ataya, Taklukkan Tantangan TKA dengan Latihan!

4 Link Website Latihan TKA: Senjata Digital Menuju Nilai Maksimal!

Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)

Cibadak, 25 Oktober 2026. Guru Ataya, kesuksesan bukan datang karena kebetulan, melainkan tumbuh dari persiapan, latihan, dan kemauan untuk terus belajar.

Halo, Sobat Pelajar!

Khususnya siswa-siswi SMPN 3 Cibadak, umumnya siswa yang mau melaksanakan TKA, sudah siap menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA)? Jangan tunggu sampai hari ujian tiba untuk menguji kemampuan diri. Mulailah berlatih dari sekarang!

Kabar baiknya, Guru Ataya telah menghimpun 4 link website latihan TKA yang bisa menjadi amunisi belajar kalian. Beragam sumber latihan ini dapat dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan, menguji pemahaman, mengenali tipe soal, sekaligus melatih ketelitian dan manajemen waktu.

Ingat, matematika bukan sekadar menghitung angka, tetapi juga melatih logika, ketekunan, dan keberanian mencari solusi. Setiap soal yang kalian kerjakan adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik. Jika salah, pelajari. Jika belum paham, ulangi. Jika berhasil, tingkatkan lagi!

Jangan hanya menjadi pengunjung website, jadilah pejuang TKA yang aktif berlatih!

Yuk, buka satu per satu 34 link berikut, pilih latihan yang sesuai, kerjakan dengan sungguh-sungguh, lalu evaluasi hasilnya. Manfaatkan teknologi untuk belajar, bukan sekadar berselancar di dunia maya.

Ingat pesan Guru Ataya:

“Satu klik membuka peluang, satu soal menambah pengalaman, dan latihan yang konsisten mengantarkan kita menuju keberhasilan.”