Jangan Kurung Anak di Dalam Kelas, Biarkan Mereka Menjelajah Dunia
Oleh:
Guru Ataya (Iwan Sumantri)
Cibadak,
27 September 2026. Guru Ataya kali ini akan berbagi sesuatu yang menarik diaktivitas hari libur.
Sabtu,
26 September 2026. Pukul 09.00 WIB. Pagi itu saya tidak membawa Ataya ke
sekolah. Tidak ada tas dan catatan yang harus dibawa. Tidak ada buku matematika. Tidak ada papan
tulis. Tidak ada rumus. Tidak ada tugas yang harus dikumpulkan.
Saya
justru mengantarnya bersama Sena dan Nura ke sebuah tempat yang mungkin bagi
sebagian orang bukanlah “ruang belajar”.
Kami
menuju Dinas Pemadam Kebakaran Kecamatan Cibadak.
Di
sanalah Ruang Jelajah Sukabumi membawa sekitar 21 anak usia dini bersama
ayah dan bundanya untuk belajar dengan cara yang berbeda.
Dan
saya kembali diingatkan pada satu hal: Anak-anak tidak harus selalu belajar di
dalam kelas untuk menjadi pintar.
Hari Itu,
Ataya Belajar dari Dunia Nyata
Ruang
Jelajah Sukabumi merupakan komunitas yang menjadi wadah tumbuh kembang
anak-anak usia dini, sekitar 2 sampai 8 tahun.
Kegiatan
hari itu diketuai oleh Krani Pratiwi, S.Psi sang kakak dari Ataya.
Anak-anak
diajak berkunjung, melihat dari dekat, bertanya, mengenal peralatan, serta
memahami pekerjaan para petugas pemadam kebakaran.
Bagi
orang dewasa mungkin sederhana.
Tetapi
bagi seorang anak, pengalaman itu bisa menjadi sesuatu yang luar biasa. Mereka
melihat mobil pemadam kebakaran bukan lagi sekadar kendaraan besar yang
sesekali lewat di jalan. Mereka melihat orang-orang yang bekerja dengan
keberanian. Mereka mulai mengenal bahwa ketika terjadi kebakaran, ada orang
yang datang membantu.
Dan
tanpa mereka sadari, mereka sedang belajar tentang keberanian, kepedulian,
kedisiplinan, keselamatan, dan pengabdian.
![]() |
| Ataya bersama Nura dan Xena sedang mendengarkan paparan dari petugas Damkar |

.jpeg)









.jpeg)



