Tak Perlu Liburan Mahal, 7 Kilometer di Minggu Pagi Ini Justru Mengajarkan Arti Menikmati Hidup
Oleh: Guru Ataya (Iwan Sumantri)
Minggu
pagi, 6 September 2026, jarum jam menunjukkan pukul 06.30.
Udara
pagi masih terasa bersahabat. Jalanan di sekitar tempat tinggal belum terlalu
ramai. Setelah dua hari mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) BOSP
Kinerja Tahun 2026, tubuh dan pikiran rasanya membutuhkan jeda.
Bukan
rapat.
Bukan
pelatihan.
Bukan
pekerjaan.
Pagi
itu Guru Ataya memilih berjalan.
Bersama
keluarga, isteri, adik ipar dan isteri paman.
Tujuannya
pun sederhana: menikmati pagi dan menyegarkan pikiran.
Kami
tidak menentukan target kecepatan. Tidak mengejar jumlah langkah tertentu. Kami
hanya berjalan santai menyusuri jalan-jalan di sekitar tempat tinggal.
Hingga
akhirnya, tanpa terasa, perjalanan mencapai kurang lebih 7 kilometer.
Dan ternyata, tujuh kilometer itu bukan hanya tentang jarak.
Setelah
Dua Hari Duduk dalam Bimtek, Tubuh Juga Butuh Bergerak
Mengikuti
kegiatan Bimtek tentu memberikan banyak manfaat. Ada pengetahuan baru,
informasi yang perlu dipahami, diskusi, dan berbagai hal yang menuntut
konsentrasi.
Tetapi
setelah dua hari menjalani kegiatan tersebut, Guru Ataya merasa bahwa tubuh
juga perlu diajak berkompromi.
Kita
sering kali terlalu sibuk mengurus pekerjaan sampai lupa bahwa tubuh mempunyai
hak untuk beristirahat dan bergerak.
Sebagai
guru, pekerjaan tidak berhenti hanya ketika bel sekolah berbunyi. Ada
pembelajaran yang harus dipersiapkan, tugas yang harus diselesaikan, evaluasi,
administrasi, kegiatan sekolah, dan berbagai tanggung jawab lainnya.
Karena
itu, ketika kesempatan hari libur datang, Guru Ataya mencoba memanfaatkannya
dengan sesuatu yang sederhana.
Bergerak. Menghirup udara pagi. Berbicara dengan keluarga. Dan menikmati suasana tanpa terburu-buru.
Jalan
Kaki Ternyata Bisa Menjadi "Liburan" yang Murah Meriah
Banyak
orang menganggap refreshing harus dilakukan dengan pergi jauh.
Ke
tempat wisata.
Ke
luar kota.
Menginap
di hotel.
Atau
menghabiskan biaya yang tidak sedikit.
Padahal,
tidak selalu demikian.
Pagi
itu Guru Ataya belajar bahwa refreshing bisa dilakukan hanya dengan membuka
pintu rumah, memakai sepatu yang nyaman, lalu mulai melangkahkan kaki.
Tidak
perlu kendaraan.
Tidak
perlu tiket.
Tidak
perlu itinerary.
Yang
diperlukan hanya kemauan untuk bergerak dan kesempatan untuk menikmati
kebersamaan.
Sepanjang
perjalanan, ada obrolan ringan bersama keluarga. Sesekali kami tertawa.
Sesekali pula hanya berjalan sambil menikmati suasana.
Hal-hal sederhana seperti itulah yang terkadang justru sulit kita dapatkan ketika kesibukan sedang menumpuk.
.jpeg)



.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)




